thoughts.

surat dari sebatang pohon

aku pernah jadi sebatang pohon

tua kah, muda kah

kamu bilang kamu tidak peduli

kamu bilang aku indah

aku bahagia mengenalmu

aku bahagia sempat bisa menemanimu

membuatmu lupa akan kesendirian

mengalihkanmu dari gelap malam

ini surat perpisahanku

aku tidak bisa berdiri tegak seperti dulu

batangku tidak utuh seperti saat aku bersamamu

daunku sudah pergi, mungkin akan kering seiring hari berlalu

aku memang pergi, tapi aku tidak meninggalkanmu

bagian-bagian diriku di sana, dalam api yang kaubuat di rerumputan

aku siap menghangatkan malammu yang dingin

aku siap menerangi langitmu yang gelap

tidak selamanya

paling tidak hingga dapat kupastikan kamu melihat terang langit hari esok

– – – –

Surat ini saya dedikasikan untuk semua pihak yang terkena dampak peristiwa teror hari ini, terutama keluarga-keluarga yang ditinggalkan. Belasungkawa sedalam-dalamnya saya sampaikan. Jangan takut, tetap teguh dalam iman karena Tuhan tidak pernah meninggalkan.

Tuhan memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *